MEDIA DAN KONTROL SOSIAL

 

Makalah Media dan Kritik Sosial

 


 

Oleh :

Hafizh Hadi Kusuma  (B95219100)

 

Dosen Pengampu :

Abu Amar Bustomi, M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2021

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Media massa mempunyai tugas dan kewajiban menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain (sebagainya), dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan, tanpa ada batasan kurun waktu. Media massa ada dimana-mana di sekitar kita. Hidup satu hari tanpa komunikasi massa adalah hal yang mustahil bagi kebanyakan orang, terutama di masa sekarang. Meskipun demikian, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana media beraksi dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan kita. Dunia memiliki peranan dan kekuatan untuk mempengaruhi media massa, dan sebaliknya, media massa juga mempunyai peranan dan kekuatan yang begitu besar terhadap dan bagi dunia ini, terlebih dalam segala sesuatu.[1]

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa itu Media?

2.      Apa itu kontrol sosial?

3.      Apa hubungan antara media dan kontrol sosial?

 

C.    Tujuan Penelitian

1.      Mengetahui apa itu media

2.      Mengetahui apa itu kontrol sosial

3.      Mengetahui hubungan antara media dan kontrol sosial


 

BAB II

 

PEMBAHASAN

A.     Media

Media sebagai bagian teknologi komunikasi dengan segala potensi pemanfaatannya, hanyalah salah satu bagian dari satu sistem yang ikut berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan segala kemajuannya yang spektakuler dewasa ini, media telah dimanfaatkan sedemikian rupa untuk melayani kepentingan dan kebutuhan hidup umat manusia. Sayangnya, kemajuan media terkadang terlampau cepat dibanding laju kemajuan masyarakat. Sehingga, respon sebagian masyarakat terkadang sudah kadaluarsa berhadapan dengan kemajuan media.

Semakin modern suatu masyarakat semakin kompleks pula sistem komunikasinya, seperti juga semakin rumitnya interaksi sosial di dalamnya. Salah satu ciri masyarakat modern ialah meningkatnya urbanisasi dan penyingkapan masyarakat kepada media massa (media exposure). Salah satu variabel atau faktor yang menonjol dalam masyarakat yang sistem komunikasinya sudah canggih adalah peranan media massa (A. Muis, 2001: 5).

Banyak teori dan aliran yang lahir dalam upaya untuk mencari kejelasan hubungan antara golongan dan ideologi masyarakat dan media. Dalam konteks ini, tidak jarang persoalan perbedaan dan konflik antara tinjauan teoritis mengenai media massa, sebagai sebuah kajian yang penting, lebih mengemuka ketimbang menunjukkan dan menjelaskan bagaimana sebuah media bekerja. Perspektif teoritis yang seringkali diperhadapkan, yakni antara teori liberal-pluralist dan teori Marxist.

     Untuk meneliti lebih jauh persoalan ini, Bannet (1985: 30-55) misalnya, memulai dari istilah-istilah penting yang terkait dengan media tertentu, yaitu: “massa”, “media”, dan “komunikasi”. Dari sini ditemukan satu cara menghubungkannya ke dalam satu proses dan hubungan sosial politik yang lebih luas. Karenanya, tujuan yang ingin dicapai Bennet adalah menelusuri beberapa isu yang lebih luas yang menjadi dasar pertanyaan sederhana di sekitar penamaan, identifikasi esensi dugaan dan perkiraan yang telah mempengaruhi cara dalam mengkaji media.

Selain itu, Bennet juga mencoba mendeskripsikan teori-teori institusi massa dan kritik budaya massa; pandangan institusi massa dan riset massa; aliran Franfurt dan kritik budaya industri; dan teori Marxisme tentang golongan, ideologi, dan media. Dari deskripsinya ini, yang menarik untuk dielaborasi lebih lanjut adalah apakah ada hubungan timbal balik atau semacam interfluenced antara ideologi sosial-politik masyarakat dan media? Pertanyaan inilah yang akan menjadi fokus dalam tulisan ini. Hal ini penting, untuk menilai kecenderungan apa yang mewarnai politik suatu media dalam kaitannya dengan aliran-aliran ideologi yang ada.[2]

 

B.     Kontrol Sosial

Teori Kontrol Sosial (Social Bonds Theory) dikemukakan oleh Travis Hirschi pada tahun 1969 dalam Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun1997 tentang Pengadilan Anak menyatakan bahwa bukunya yang berjudul Causes of Delinquency. Ikatan-ikatan yang membentuk basis dari teori delinkuensi antara lain adalah: keterikatan, komitmen, keterlibatan, dan keyakinan. Pertama Keterikatan dalam Ikatan Sosial. Dalam teori delinkuensi Hirschi, keterikatan (attachment) adalah kedekatan emosional anak muda dengan orang dewasa, dengan orang tua yang biasanya merupakan sosok terpenting untuk mereka. Kedekatan ini melibatkan komunikasi yang akrab dan perasaan bahwa orang tua tahu apa yang mereka lakukan dan dimana mereka. Kekuatan ikatan ini bergantung pada sejauh mana anak menghabiskan waktu dengan orang tua dan “berinteraksi dengan mereka di tingkat personal” (Lilly, 2015).

C.    Hubungan Media dan Kontrol Sosial

Berdasarkan pengertian media sosial di atas dapat diartikan bahwa semua orang bebas menyampaikan pendapat, saling melempar komentar, menyebar berbagai informasi. Media sosial tidak memiliki pengawas yang mengawasi berbagai macam media sosial dalam melakukan interaksi.[3] Hal tersebut berkaitan dengan kontrol sosial yang dimana sudah diatur dalam kontrol sosial.

Media massa sebagai salah satu saluran komunikasi massa, secara sederhana memiliki fungsi menginformasikan (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain), dan kontrol sosial (social control). Dengan fungsi yang sedemikian kompleks, media massa dapat berperan dalam segala aktivitas individu dan organisasi, bahkan sebagai sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan para manajer fisik. Di sinilah diperlukan pemahaman yang tepat tentang fungsi dan peran media massa itu sendiri agar semua keputusan diambil dengan cara yang benar.

Media massa sebagai wadah untuk memberikan informasi, hiburan dan media pendidikan, dan sekaligus memiliki fungsi kontrol sosial, media massa mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena perannya yang sangat potensial dalam mengangkat dan menciptakan opini publik, serta sebagai wadah dialog kelas di masyarakat. Pada hakekatnya, efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) tergantung pada integritas medium itu sendiri. Selanjutnya, juga tergantung pada tingkat kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan. Untuk itu, sebagai organisasi sosial yang menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat, media juga harus memperhatikan integritasnya sendiri.

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Media memiliki posisi yang penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap jenis media memiliki khalayak yang setia. Media yang dominan membahas berita sering dimanfaatkan oleh orang dewasa. Media yang lebih dominan membahas informasi dan hiburan memiliki posisi yang penting dikalangan ibu ibu, remaja serta anakanak. Media online memiliki khalayak yang netral dari kalangan dewasa hingga anak-anak.

Media massa sebagai salah satu saluran komunikasi massa, secara sederhana memiliki fungsi menginformasikan (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain), dan kontrol sosial (social control). Dengan fungsi yang sedemikian kompleks, media massa dapat berperan dalam segala aktivitas individu dan organisasi, bahkan sebagai sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan para manajer fisik. Di sinilah diperlukan pemahaman yang tepat tentang fungsi dan peran media massa itu sendiri agar semua keputusan diambil dengan cara yang benar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Khatimah, Husnul. “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.” TASAMUH 16, no. 1 (December 1, 2018): 119–38. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v16i1.548.

Oleh, Diterbitkan. “JURNAL ILMU ADMINISTRASI PUBLIK,” n.d., 18.

Pirol, Oleh Abdul. “TEORI MEDIA DAN TEORI MASYARAKAT,” 2010, 9.

 

 



[1] Oleh, “JURNAL ILMU ADMINISTRASI PUBLIK.”

[2] Pirol, “TEORI MEDIA DAN TEORI MASYARAKAT.”

[3] Khatimah, “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.”




Comments

Popular posts from this blog